Diambil dari Kompas- Bangsa Indonesia harus berani memberikan maaf bagi mantan Presiden Soeharto, mengingat segala jasanya bagi pembangunan Indonesia, serta kondisi kesehatannya yang tengah memburuk di usianya yang lanjut.
“Secara fair, Soeharto itu memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan Indonesia, khususnya dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Soeharto inilah yang meletakkan dasar-dasar bagi Indonesia untuk bisa bertumbuh sebagai negara industri,” ungkap pengamat politik Azyumardi Azra dalam wawancara khusus dengan Radio Sonora, Minggu (6/1) pagi.
“Sebab sebelumnya kita tahu bahwa kondisi ekonomi Indonesia sangat payah, dan kemudian Soeharto memulai industrialisasi, membangun ekonomi Indonesia, membangun infrastruktur. Yang sampai sekarang pun belum bisa dilaksanakan, sampai 10 tahun setelah Soeharto turun. Meskipun situasinya tentu saja berbeda,” tuturnya.
Weleh weleh…sebenarnya saya paling nggak suka ngomentari dunia politik yang ajaib itu. Tapi rasanya tenggorokan ini gatal kalau ada orang yang berbicara sak enak-e dhewe seperti ini. Lah wong jelas gara gara “eyang “ kita ini, bangsa kita megap megap. Membuat Habibie, Mega, Gus Dur, sampe SBY seperti kehilangan akal karena struktur dan infrastruktur dimasyarakat, ekonomi ancur ancuran. Masih bisa bisanya mengkadali hukum supaya “eyang kita” tidak dihukum dan dimaafkan saja…
Di samping itu, berbagai penelitian pun mengungkapkan bahwa Soeharto sendiri tidak melakukan kesalahan fatal, melainkan orang-orang di sekitarnyalah yang melakukan itu. “Saya menyarankan, Soeharto sendiri sudah saatnya diberikan maaf oleh bangsa Indonesia
Huehuehue lah kok enakmen ora becus ngatur orang disekitarnya terus yang disalahkan orang disekitarnya. Lah memangnya “eyang” kita ini cuma selevel ketua karang taruna. Yang ngomong ini nggak sadar kalo ngeyek junjungannya sendiri.
Lebih jauh, bila ditinjau dari sudut agama, memaafkan dan tidak mengembangkan dendam merupakan sifat harus diutamakan oleh setiap pemeluk agama. “Soeharto itu pemeluk agama Islam, dan Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam. Anjuran Islam, doakan agar Soeharto sehat dan sembuh kembali. Kalau Allah menghendaki lain, — karena Allah yang mentukan yang terbaik–, kita berdoa, mudah-mudahan Soeharto memperoleh khusnul khatimah (akhir yang baik dalam hidup). Khusnul khatimah itu yang terbaik yang diajarkan ajaran Islam,” ujar Azyumardi.
Waduh waduh ini tambah ngawur lagi, agama diplintir plintir supaya “eyang” kita kelihatan melas terus dimaafkan. Waduh…mestinya ya dijalankan hukum itu sebaik baiknya dulu, baru komentar. Tapi ya susah ya..lah wong hukum kita juga memble. Kang Tomy itu jelas jelas mbunuh orang juga cuma ditahan seperlunya saja…
Partai Golongan Karya atau Golkar mengharapkan kasus hukum mantan Presiden Soeharto sebaiknya dihentikan, mengingat jasa Soeharto pada bangsa dan negara ini disamping kesehatannya yang kini dalam keadaan kritis.Demikian pernyataan Partai Golkar yang disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono di Jakarta, Sabtu (5/1) malam.Pernyataan Golkar itu terdiri atas tiga poin. Yang pertama adalah sehubungan dengan kondisi kesehatan Soeharto yang kritis , maka keluarga besar Golkar mendoakan agar Tuhan YME memberikan kesembuhan dan keadaan terbaik bagi Pak Harto.Poin kedua adalah mengingat jasa Pak Harto yang besar kepada bangsa dan negara ini, maka Golkar mendesak pemerintah agar memberi kepastian atas status hukum Pak Harto dengan mengesampingkan perkaranya ( deponering) sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.Hal ketiga adalah Golkar mengimbau negara dan seluruh lapisan masyarakat untuk memperlakukan dan memberikan penghormatan kepada Soeharto dengan sebaik-baiknya sebagai mantan presiden atau kepala negara.
Wadowww ini juga bikin pusing…diplintir plintir lagi supaya memberi kesan “eyang “ kita besar sekali jasanya. Sayang tidak dilihat bahwa dosanya juga bueesar sekali terhadap bangsa dan Negara ini… Oalah..yo opo iki rek…Kepada bapak bapak yang ngerti politik, yang bisa melihat hitam itu hitam, putih itu putih…mbok saya dirih rih biar nggak nglesot nangis dan setress di bawah tanggul Lapindo…hiks…wuaaaaa…
Foto diambil dari KOmpas




Betul bung organisasi..tetapi sepertinya sulit untuk sembuh. Kalau secara pidana sudah jelas oleh jaksa agung sudah diberhentikan, tetapi secara perdata katanya masih bisa diproses. Menurut saya jasanya tetap kita hormati, tetapi kesalahannya juga harus dipertanggung jawabkan lewat hukum. Ini penting untuk menunjukkan bahwa hukum dijunjung tinggi di Indonesia. yang salah ya salah, yang benar ya benar. mungkin sulit ya ini diterapkan di Indonesia :)