Sudah satu minggu ini bersama Gorda, anak saya yang kedua keranjingan surfing di Google Earth. Sebenarnya kegiatan ini sudah cukup lama, tetapi kali ini kami hanya mengkhususkan untuk mencari jejak kawah meteor di kepulauan Nusantara. Saking asyiknya kami bisa duduk berdua dari pagi hingga sore, diskusi dan melototi layar bergantian. Kebetulan dia juga libur, sedangkan saya sengaja mengambil cuti agar bisa menghabiskan waktu bersama anak anak. Ternyata membuat kegiatan bersama dengan anak anak yang sudah mulai besar sungguh mengasyikkan. Sebelum ini kami pernah memakai teleskop dan melihat 4 bulan Yupiter ! Kesempatan yang jarang sekali ! Saat itu sedang musim kemarau dan Jupiter terlihat terang benderang pukup 6 sore. Kalau dengan mata telanjang 4 bulan yupiter tidak terlihat, begitu kami menggunakan teleskop, ke 4 bulan tersebut terlihat dengan jelas.
Kembali ke acara perburuan kawah meteor, lalu apa yang kami dapat ? Yang pertama dan paling mudah adalah danau kecil di daerah selatan kota Probolinggo, tepatnya di kota kecamatan Klakah. Dari dulu saya memang penasaran karena pernah KKN di Klakah dan sering main ke danau ini, saya lupa namanya. Di daerah tersebut banyak ditemukan ranu atau danau yang berbentuk bulat. Ada danau kembar dengan diameter sekitar 800m dan ada 3 ”danau kering” yang juga berbentuk bulat saling berdekatan. Diameter rata rata juga 700-800 m (lihat gambar diatas).
Pertanyaannya apakah danau danau ini terbentuk dari hantaman meteor jaman purba ? Sayang resolusi gambar dari Google Earth kurang bagus, cukup mengganggu juga. Kalau terbentuk dari gunung purba tentunya danau ini tidak berada di tanah datar. Paling tidak ada kerucut atau bukit yang menunjukkan bekas gunung.
Perburuan kami lanjutkan di jawa tengah. Kami curiga dengan bentuk danau berbentuk bulat di lereng gunung Muria. Diameter danau tersebut sekitar 700m. Ada dua kemungkinan yaitu bekas kawah gunung lama yang terkadang muncul di lereng gunung atau memang terbentuk dari benturan meteor di muka bumi.
Kami menemukan lagi danau yang mencurigakan di pulau Ende Nusa Tenggara Timur. Coba anda lihat…berbentuk bulat kan ? (gambar bawah)
Sayang kami tidak tahu kemana harus bertanya. Saya kira pasti ada para ahli geologi yang mungkin juga sudah meneliti ini. Penasaran juga sih apakah ini benar kawah meteor atau bukan..
Iseng iseng saya coba searching di google dan menemukan artikel dari Karim Khaidarov http://bourabai.kz/cenozoic.htm. Yang mengagetkan, menurut dia setelah mempelajari lempeng bumi di kepulauan Indonesia, dia menyimpulkan bahwa 60 juta tahun yang lalu, gerombolan komet raksasa menghantam bumi tepatnya di kepulauan Indonesia, philipina (ketika itu diantara Eurasia dan Australia tidak ada pulau alias masih kosong) kemudian Jepang, dan timur Rusia yang kemudian mengakibatkan terbentuknya pulau pulau baru.
Wah informasi baru bagi kami…, mungkin para ahli geologi Indonesia juga sudah pernah membicarakan hal ini, bener bener bikin penasaran..
Semalem hunting lagi bersama Gorda..kali ini dia menemukan “kawah ” baru di daerah Bandung, tapi kali ini saya kurang yakin karena bentuknya kurang meyakinkan, cuma kagetnya kok bisa Gorda menemukannya, telaten juga dia, kan lumayan pedes mata terus menerus melototi layar computer.
Kami curiga dengan bentuk setengah lingkaran yang ada di kepulauan bangka Belitung. Kalau lingkaran dimasukkan terlihat cocok dengan bentuknya. Bagaimana ?
Ada lagi di dekat gunung Tambora, cuma mungkin ini terkena batu ledakan gunung tambora. Kalau memang benar kena batu ledakan bisa dibayang seberapa besar batu tersebut terlempar.




Haduhhh, nampaknya memang mengasyikkan ‘menikmati’ luasnya bumi dengan Google Earth. Tapi sayang, saya tidak bisa sering-sering dan seenaknya menggunakan aplikasi ini. Biaya internet saya bakalan meledak karena kehabisan bandwidth… :(
Kelihatannya memang seperti kawah meteor, tapi boleh jadi secara geologi ada penjelasan lain. Mungkin bisa ditanyakan ke pak Rovicky “Dongeng Geolongi” (http://rovicky.wordpress.com) saja.
wah.. salut saya sama anda, pak.. Hebat.. penelusuran anda untuk mencari jejak2 sejarah pembombardiran bumi benar2 hebat. Saya benar2 acungkan 5 jempol.1 jempol minjem temen.. hehe..
Untuk seorang awam.. maaf saya sebut dengan istilah itu? maksudnya utk org yg profesinya bukan pencari jejak2 sejarah.. tapi sekedar hobi ya? apalagi bareng sama anak.. wah.. anda hebat sekali. Sudah pernah mapping kawah bulan? bertambah terus lho kawahnya.. kadang juga ada berita pem”bombardment”an bulan..
wah, menarik sekali pak perburuwannya..
kebetulan saya juga suka berburu di gugel earth, cuman nggak pokus ke kawah githu.
kemaren topik perburuwan saya kebetulan situs2 peninggalan world war II di asia pasipik. kebetulan habis baca buku perang pasipik nya pak PK Ojong. jadi minat hunting lokasi2 battle bersejarah di WW II, kuburan kapal di guadalcanal, bekas basis2 militer jepang dan sekutu, pulau2 bekas pertempuran hebat, dlsbg.
Iwo-Jima pak? yang dipelemkan kembar, Letter of Iwo-Jima (Japanese side) and Flag of Our Fathers (US side).
Saya udah nongton dua2 nya, mantaf! Tapi lebih suka yang Letter of Iwo-Jima nya.
katanya klo gunung tambora meletus akan terjadi malam selama 3 bulan di seluruh dunia
meletus yang di kondisi yang saat ini ? mungkin yang dimaksud ketika gunung tambora masih utuh kali pak ? kan ini gunung raksasa…bisa jadi juga ketika dulu meletus terjadi malam 3 bulan…gak bisa bayangin ya pak…gelap terus menerus…ngeri..semua tanaman bakal mati, kelaparan dimana mana…