Setelah capek berburu astrobleme lewat google earth, kami berdua mencoba untuk survey ke Klakah mencari posisi 3 kawah vulkanic tsb. Meskipun ternyata kawah tersebut bukan kawah meteor seperti yang disampaikan oleh pak Ma’rufin Sudibyo di Jogja Astro Club, tapi kami masih semangat untuk melihatnya terutama Gorda. Kebetulan juga saya sudah lama berencana mengajak Gorda rafting. Dua tahun lalu saya pernah rafting ke SONGA Adventure di sungai pekalen yang hanya berjarak 2km-an dari lokasi kawah vulkanik tersebut, ini, sungguh menyenangkan, Jadi sekali jalan, 2 sasaran terlampaui.
Pagi pagi kami berangkat, hanya saya dan Gorda, Amyra dan mamanya kurang berminat karena yakin hari itu hujan, jadi sudah jauh jauh bisa batal rafting, dan lagi mereka tidak tertarik dengan kawah kawah yang menurut mereka itu petualangan selera lelaki.
Tujuan pertama adalah rafting, untung sekali hari cerah terang benderang. Sebenarnya minimal 4 orang untuk menggunakan perahu rafting, tetapi mungkin mereka kasihan melihat antusiasme Gorda yang sudah tidak sabar ingin mencoba. Mungkin juga karena jarang jarang ada anak kecil yang berani mencoba rafting.
Sempat kawatir juga karena jeram jeram di Songa bawah cukup terjal tapi saya yakin dengan kemampuan dua pemandu perahu mereka. Gorda didudukkan di tengah, dia tidak perlu menggunakan dayung, cukup berpegangan kuat kuat agar tidak terlempar. Saya disebelah kanan, pemandu satu disebelah kiri, pemandu dua dibagian belakang sebagai pengendali.
Bersamaan dengan 5 perahu lain start dimulai…! Di jeram pertama malah saya sendiri yang nyaris terlempar dari perahu karena khawatir dengan Gorda malah lupa berpegangan…nyaris !..
Gorda yang pertama tama agak grogi mulai teriak teriak karena saking asyiknya…seru sekali..di jeram terdalam perahu kami benar benar kemasukan air karena sempat terhunjam tenggelam sehingga baju kami basah kuyup.
Setengah perjalanan kami istirahat dengan minum kepala muda aaaah segar…awak perahu lain yang juga istirahat bisik bisik…”ehhh masak kamu gak malu sama anak itu..kecil kecil berani, kamu gede gendut gitu kok takut” Beberapa orang juga tanya…pak kok berani sih ngajak anaknya ?
Yaaaahhh namanya juga berpetualang…umur 10 tahun kan sudah diperbolehkan ? kata saya tersenyum, memang saya mengajarkan anak anak supaya berani. Kelas 3 SD kemarin, Gorda sudah saya ikutkan homestay ke Singapura selama 2 minggu, dia juga pernah mencoba top tree, semacam out bond di ketinggian 8m pakai tali temali, saya sendiri malah takut di ketinggian.
Perjalanan dilanjutkan lagi, jeram kali ini sudah tidak terlalu banyak, badan saya juga sudah mulai lelah, maklum jarang olah raga.. Gorda sempat nyemplung mencoba berenang di sungai….dasar anak anak..seneng seneng aja diajak bermain air.
Setelah memakan waktu sekitar 2 jam sampailah kami dipos terakhir…wadoooowww cuapek pol…dan lapar berat, aduuuh setelah ini masih ke kawah kawah… Sayang sekali foto foto rafting tidak ada yang jadi karena memory camera rusak…sial.
Makanan khas setempat sudah disediakan dengan nasi jagung yang mengepul, ikan asin, sayur sayuran, pecel ikan pari, sambal yang nikmat pol, makan sambil berebut hahaha enak sekali.
Sambil istirahat saya bertanya dimana ada kawah mati seperti ranu yang ada disekitar sini. ”Tidak ada pak…yang ada ya cuma 3 ranu yang ada airnya itu saja. Penasaran saya tanya ke orang tua yang ada didekat situ, jawabannya sama. Mereka tidak pernah melihat ranu yang tidak ada airnya. Padalah jarak kawah mati itu cuma 3 km, katakanlah paling jauh 5 km. apa mereka tidak pernah melihat dari ketinggian ? Apakah mereka tidak pernah melihat dari gunung Lamongan ? atau mungkin dari gunung Argopuro ?
Sayang sekali gambar dari google earth tidak detail, sehingga kami bisa menelusurinya. Keluar dari Songa kami sempat bertanya lagi, jawabannya kembali sama, padahal kali ini kalo mengukur dari gambar google earth jaraknya mungkin cuma 1 km, sayang tertutup pepohonan yang cukup tinggi sehingga kami juga tidak bisa mencari. Akhirnya kami pulang kembali ke Malang dengan hanya membawa satu pengalaman saja yang bisa diceritakan di rumah.





astrobleme apaan sie, cari di google dulu ah
q nak probolinggo,d probolinggo emang banyak wisata yang bagus2 jg, tp q tinggal d paiton suhunya panas,q g’ krasan d proling q lbh krasan d malang.tetap maju probolinggo….
untuk jinggomania forza……….