Kemarin Mas Herry dan mbak Ida kirim e-mail kalau mereka bersama 8 professor di team mereka telah mendapatkan penghargaan TIPTON AWARD dari LSU AgCenter’s top research team award for 2007.
Melihat kondisi Indonesia yang semakin semrawut akhir akhir ini antara lain seperti blue energy yang gak jelas dasar risetnya, kabar gembira ini membuat kami yang di Indonesia masih optimis, ternyata masih banyak manusia Indonesia yang mempunyai prestasi di negeri orang.
Boleh boleh saja kan berbangga punya saudara yang punya prestasi. Mas Herry ini asli arema tepatnya di Oyonid depan SD pesanggrahan yang sekarang udah lenyap. Sedang mbak Ida asli Pontianak.
Lalu sebenarnya apa yang mereka teliti dan lakukan riset kok bisa bisanya gerombolan professor yang dipimpin oleh suami istri professor ini dapat award seperti itu. Untuk lebih jelas biar “sam” Herry menjelaskan kepada kita semua sbb :
Setiap 20 menit, areal pantai seluas lapangan sepak bola hilang dari peta negara bagian Louisiana, Amerika Serikat. Ini merupakan salah satu erosi pantai terburuk di dunia. Setiap tahunnya tak kurang dari 4.300 hektar wetlands dan salt-marshes sepanjang pantai Louisiana berubah menjadi “open water” di teluk Meksiko. Malapetaka berpotensi skala nasional yang diam-diam terjadi ini telah mendapatkan perhatian U.S. Congress tahun-tahun terakhir ini. Proses erosi pantai ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya naiknya permukaan air laut yang kemungkinan disebabkan oleh global warming, pengendapan sediment, menurunnya pasokan sedimentasi akibat “diversion” atau pemindahan hulu sungai Mississippi, perubahan sistem hidrologi struktural, dan penggalian kanal-kanal tambang minyak di pantai. Bila tidak diatasi dengan baik, erosi pantai berskala seperti ini akan berdampak serius, bukan saja bagi ekonomi Louisiana tapi juga bagi ekonomi negara-negara bagian yang lain.
Selain memainkan peranan penting sebagai daerah singgahan burung migratori dari ujung Amerika Utara ke Ujung benua Amerika selatan dimusim dingin (winter), wetlands Louisiana ini merupakan penyangga berbagai kehidupan lokal karena estuarin ini merupakan salah satu yang terkaya di dunia guna menyokong bukan saja aneka ragam kehidupan wildlife tetapi juga devisa ekonomi. Selain itu, dengan menipisnya vegetasi pantai tingkat kerusakan yang ditimbukan oleh hurricane akan semakin parah.
Sistem wetlands yang sehat sangatlah penting. Setiap tahunnya jaringan wetlands ini mendatangkan billion dollar revenue ke negara bagian Louisiana, melalui industri udang, kerang, ikan, kepiting, dan pariwisata, termasuk “Gaming Industry” (duck hunting dan deep-sea fishing). Wetlands Louisiana merupakan persinggahan penting bagi burung-burung migratori ini. Lenyapnya daerah rawa pantai yang kaya ini akan berakibat buruk pada perekonomian Louisiana , dan mengubah total keseimbangan ekologi burung-burung migratori. Perubahan ekologi yang drastis ini akan akan memberikan impak buruk di berbagai negara bagian Amerika Serikat lainnya. Gaming industry, seperti duck hunting, adalah industri multi-billion dollar juga di berbagai negara bagian yang dilintasi burung-burung migratori ini.
Target pertama dari riset yang sedang dilakukan adalah menghasilkan bibit unggul berbagai tanaman pantai penting, seperti: rumput raksasa [smooth cordgrass (Spartina alterniflora)], rumput pecut raksasa ( California bulrush (Schoenoplectus californicus)], dan bakau unggul (black mangrove; Avicennia germinans). Dengan menggunakan teknologi baku seperti pemuliaan dan genetika, dilengkapi dengan bioteknologi, genomic, dan marka gen, bibit-bibit unggul yang dihasilkan dapat menciptakan vegetasi yang juga memiliki kemampuan untuk menyangga keragaman genetik yang telah ada di alam. Dengan demikian introduksi tanaman-tanaman unggul justru akan melestarikan keragaman alami yang ada.
Untuk metoda tanam yang efektif, tim peneliti menerapkan pendekatan baru, yaitu dengan menggunakan pesawat terbang khusus (Crop Duster) untuk menyebarkan benih unggul secara cepat. Hanya diperlukan waktu kurang dari 5 menit untuk mereboisasi satu hektar daerah rawan erosi. Saya dan mbak Ida meyakini bahwa masalah erosi berskala kolosal ini hanya bisa diatasi melalui pendekatan yang berskala besar pula, menggunakan metoda agresif didukung oleh teknologi canggih muti-disiplin. Teknologi ekperimentasi yang sedang diuji-cobakan ini diyakini dapat pula diterapkan di Indonesia .
Keberhasilan riset yang dilakukan dua saintis asal Indonesia ini sebenarnya membuktikan bahwa ilmuwan Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah hebatnya dengan peneliti bangsa maju lainnya. Melalui kerja keras kita yakini bahwa para peneliti Indonesia akan mampu menyumbangkan pemikiran dan karya cipta mereka untuk membantu mengentaskan Indonesia dari krisis yang tak kunjung berhenti ini – untuk menuju Indonesia yang lebih mapan. Semoga harapan saya dan Mbak Ida ini suatu saat bisa terwujud. Sehingga, anak cucu kita bisa melihat Indonesia yang maju.
Salam,
-Sam Herry
Foto dan berita dapat dilihat di :





di indonesia tuh banyak orang pinter boz…. termasuk gw…. hLAH…..
cuma…. orang indo juga pinter nipu….. (klo ini bukan gw boz…. :D). tuh buktinya si joko blue energi… hahahhaahahha
@nugroz
kekekeke…bener yo mas, memang banak yang menipu. Sialnya pemerintah gampang percaya sama orang yang suka ngomong berbusa busa model si Joko itu.
ah… mau kuliah diluar juga ah…
di luar jakarta… jaaaaa…
hahahaha…
kapan yah pemerintah indonesia merhatiin kondisi hutan yang konon dalam 6 menit, lenyap seluas lapangan bola…???
semoga, mereka yang pinter dan dapat penghargaan di luar sana, bisa juga berkarya untuk indonesia. itu lebih penting menurutku…