Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2008

Ini adalah film favorit yang paling sering saya lihat setiap malem minggu khusus diatas jam 12 malam. Memang jadul produksi tahun 2001, tapi sungguh bisa membakar semangat kalo lagi stress atau males kerja. Mengisahkan tentang  band heavy metal kacangan (blood pollution) yang bermimpi pengen ngetop seperti band papan atas (steel dragon) dengan mengambil setting tahun 80’an.

 

Saya nggak meresensi filmnya, karena komentar saya pasti subyektif. Kalo anda rocker sejati, anda pasti setuju dengan saya kalo ini adalah film musik terbaik sepanjang masa. Lho si Rob “Judas Priest” halford saja bilang film keren ini adalah salah satu favoritnya juga kok, tapi bisa jadi karena film ini terinspirasi dari kisah hidupnya makanya dia bilang begitu hehehehe. Tapi tidak…film ini memang ok..

 

 Film yang ditaburi para rocker beneran macam John Bonham, Zackk Wylde (Ozzy Osbourne, Black Label Society), Jeff pilson (Dokken, Dio, Foreigner, MSG), Myles Kennedy (Alter Bridge) ini diperankan actor favorit saya ,  Mark Wahlberg. Memang orang satu ini bunglon bener…bisa jadi sniper, bisa jadi rocker…. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Berhenti dari aliran mabukiyah

Guru ngaji anak anak pada waktu pertama kali ke rumah terkaget kaget karena ketika duduk di ruang tamu dia harus duduk dikelilingi barang haram. Kelihatan sekali duduknya gelisah ketika ngobrol dengan saya. Mungkin dia berpikir wahhh tantangan berat neh harus mengajari anak mengaji yang bapaknya punya aliran  mabukiyah hehehehe.

 

Saya jelaskan bahwa dulu saya suka minum meski tidak sampe mabuk, Paling seminggu sekali ketika kumpul dengan teman teman. Dan lagi saya suka banget lihat botol botolnya yang bagus itu. Coba lihat bentuk botol Cointreau, atau Jack D, nyeni kan ? Dulu yang membuat saya tertarik minum salah satunya karena suka lihat botolnya, lalu penasaran ingin tahu rasanya.

 

Tapi itu sudah berhenti lama sekali. Lah terus kenapa barang haram tapi nikmat ini kok masih ngendon disini ? (lebih…)

Read Full Post »

Saya suka mengamati orang, termasuk mengamati para pengamen yang bernyanyi diatas bus setiap berangkat dan pulang bekerja. Untuk pengamen usia remaja umumnya membawa dua gitar dan ketipung yang terbuat dari pipa pralon. Rata rata kalau menyanyi digeber kenceng berisiknya minta ampun karena gendang atau ketipungnya di gebuk keras keras sampai kuping terasa mbenging, waduh apa ini bahasa Indonesianya.  Biasanya selesai menyanyi mereka berkata : bapak bapak, ibuk ibuk, mbak mbak yang cantik, mas mas yang ganteng, daripada mencopet kami lebih baik mengamen, dan bagi penumpang yang pura pura tidur kami doakan semoga mimpi di cokot macan. Alhasil para penumpang jarang ada yang memberi. Lah wong mengamen kok mengancam….

 

Pengamen yang rutin muncul dari Pasuruan salah satunya adalah bapak tua berumur sekitar 70 tahun, ompong, bawa gitar bolong yang senarnya tidak lengkap, kadang lima, kadang 3, bahkan pernah tanpa senar. Karena setiap menyanyi, gitarnya hanya dipukul pukul maka berisi senar berapapun tidak ada masalah baginya. Pak tua ini mirip pak Tile almarhum, lagunya juga tetap yaitu Bola, kutch kutch…apa itu yang lagu India, dan yang terbaru buaya darat. Suaranya juga keras, terkadang saking kencangnya sampai terbatuk batuk. Biasanya para penumpang ikutan teriak teriak bernyanyi terutama penumpang belakang karena sudah hafal. Tingkah polah penumpang juga aneh aneh, ada ibu ibu yang menangis karena terharu, ada bapak bapak yang tertawa keras sampai air matanya keluar, memang bagi yang belum pernah melihat penampilannya pasti akan tertawa terbahak bahak tapi juga bisa menangis karena kasihan.

 

 Sudah 4 bulan ini dia tidak muncul, saya dengar dia sudah tidak kuat jalan karena pernah terjatuh dari bus ketika melompat turun. Saya berpikir, terus siapa yang kasih makan pak tua ini ya…wong dia gak bisa cari duit lagi…

(lebih…)

Read Full Post »

Memoar Jendral OrLa

Di hari minggu ini, seharian penuh saya membaca sebuah buku yang lumayan menarik, sebenarnya ini sudah yang ketiga kalinya, tetapi masih enak dibaca berulang ulang karena jeda bacanya sudah cukup lama sejak tahun 2002 ketika  beli buku ini.

 

 Memoar Hario Kecik II menceritakan seorang jendral jaman bung Karno yang sempat ditahan oleh Orde baru ketika dia baru pulang dari Rusia pada tahun 1977, dan dibebaskan tahun 1981 tanpa pengadilan.

Menarik karena buku ini ditulis dengan gaya khas Suroboyoan yang terus terang, apa adanya, cenderung humanis dan menurut saya malah agak cengengesan dan kurang ajar. Saya ambil contoh percakapan dia dengan Dr Subandrio ketika di Rumah Tahanan Militer Budi Utomo Jakarta.

 

Pada senja hari dr Soebandrio datang menemui saya. Ia dan Omar Dhani, bekas Panglima Angkatan Udara, adalah penghuni ruangan di bagian belakang dari penjara sejak beberapa bulan yang lalu. Mereka bertetangga dengan jendral Rukman dan Jendral Pranoto yang juga penghuni bagian itu.

 

Pak Bandrio bersikap genting. Ia mendekati saya lalu berbicara, “Cik, saya ada berita bagus untuk kamu. Kamu tiga hari lagi akan dibebaskan!”

(lebih…)

Read Full Post »

Amyra ngotot pengen artikelnya di tampilin di blog ini. padahal dia udah punya blog sendiri. SOalnya blog ku nggak laku pa…gak ada yang mampir” Katanya. Yo mesti ae, lah wong nggak pernah di update.

Lah kok ceritanya kaya begini Myr ? kan papa sama eyang jadi malu dong…mbok ya cerita yang lain..yang keren gitu..

Loooo kan biar orang orang tahu kalo kita kompak pa…hehehehe punya pengalaman yang sama kan ? .. ini keren lho pa !!..Sannin itu tokoh yang hebat di Naruto…

Jadi dibawah ini adalah artikel yang pernah dia tulis, waaahhh ceritanya agak “mengerikan”. Sebenarnya saya agak keberatan…tapi yo wis lah..

Silahken dibaca pelan pelan.. (lebih…)

Read Full Post »