Feeds:
Pos
Komentar

Enak-a numpak Diavel ?

Sarangan Touchdown!Bersama Mas Bondan saya sempat ngluyur ke Jogyakarta sambil mampir ke Sarangan  untuk mencoba jalan yang mulus dengan trek naik turun dan mlungker mlungker yang terkenal di kalangan bikers itu.

  Saya cuma bisa bilang, Diavel  sangat nikmat dikendarai di jalan macam begini.  Tapi bagaimana dengan jalan lain ? waddooh paling menyiksa adalah Kertosono sampai Solo karena jalannya nggak mulus dan ramainya luar biasa. Sungguh naik Diavel menyiksa sekali.  Heheheh jangan protes karena saya masih pemula untuk urusan moge begini…Tetapi saya sempat menggeber 150 km/jam ketika di jalan Pare-Kertosono.  Yang menurut teman teman itu kecepatan ecek ecek tapi bagi saya sungguh menakutkan, maklum saya memang kurang suka ngebut jadi sebenarnya ndak cocok kalo naik motor macam begini.

Tapi bagaimana lagi kadung cinta pada pandangan pertama.  Meski teman teman bilang modelnya norak tapi dimata saya, motor ini sungguh  sempurna.  Semua lekuk lekuknya,  suaranya,  dan yang penting kaki saya nggak jinjit macam ketika naik hypermotard.  Untuk powernyapun saya belum pernah mencoba yg tertinggi  hanya karena takut tadi…takut ndak bisa mengendalikan.  Dengan settingan 100HP saja, saya sudah terkaget kaget… bagaimana dengan setingan yang lebih tinggi ?, iso mencolot colot.. Oleh karena itu saya jarang touring dengan rekan rekan bikers, yang memang jago jago dalam mengendarai. Saya selalu keteteran…hehehehe. Alhasil saya ndak pernah kompak dengan teman teman untuk urusan touring karena ke ndesoan saya hahaha.IMG-20120929-00818

Trus kalo ditanya enak mana sam antara multistrada dan diavel ? hmmm masing masing punya kenikmatan sendiri sendiri, jadi ndak bisa dibandingkan, kalo mau kluyuran dalam kota, pasti enak diavel, kalo keluar kota yang jauh jauh, multi lebih enak.  tapi kalo mau jujur masih lebih enak naik byson ….lho ?   hahahaha….ndeso maneeeh …

Paling saya sukai adalah ketika saya duduk di depan motor motor ini untuk cuci mata. “Lah iyo.. sampeyan iku yo aneh duwe rotom kok mek dideloki thok”. Hahaha menurut saya menikmati motor tidak harus menaiki, tapi juga duduk didepannya sambil melihat lekuk lekuk tubuhnya disambi ngopi (berusaha ngeles). Langsung diprotes oleh teman teman “ Lah mesisan ndelok-o striptease ae sam…” Susah memang kalo kadar ke ndesoan saya ini masih tinggi…

Sungkan mau nyalip hhiii..;;)Saya masih ingat tahun 1998 ketika berjualan apel  pinggir jalan di  Sukarno Hatta Malang, ada anak muda naik ducati monster mampir ke lapak  kaki lima saya. Seumur hidup baru kali ini melihat dan menyentuh motor impian saya. Sementara dia sibuk memilih apel untuk pacarmya, saya sibuk melototi sambil ngelus sembunyi sembunyi, kok ada motor secantik ini biyuh biyuuuhh….7590991864_e4e331b04c_z

14 tahun lewat saya berkesempatan mencoba mahluk cantik dan indah ini.  Nahhh di foto itu ketika saya nyoba touring ke gunung kelud dengan multistrada pikespeak 1200cc keluaran 2012 dan satu satunya di jawa timur hehehe, dan motor ini bener bener luar biasa nikmatnya, karena suspensinya sangat empuk. Melewati gronjalan atau jeglongan nggak terasa. Bikin ngiri part 2 _p

Perjalanan lewat Pujon lalu kandangan bablas menuju Kediri dan sebelum masuk Kediri belok kiri langsung meluncur ke gunung kelud. The long and winding road seperti kata Paul McCartney benar benar  menyenangkan karena performance multistrada muncul semua disinil. Motor ini meluncur dengan kecepatan 110 km tetapi  seperti berjalan 40km…nggak terasa…saya sungguh menikmati perjalanan. Mungkin selanjutnya saya harus mencoba jarak yang lebih jauh lagi….mungkin luar jawa, bali, lombok…sambil mencoba beberapa opsi pengaturan power mesinnya, karena multistrada ini adalah 4 jenis motor yang dijadikan satu. Beli satu dapat empat. Yaitu model sport  yang bisa ngebut gila gilaan di sirkuit , touring yang bisa kluyuran ke jarak yang jauh antar kota, enduro yang bisa dijalan berpasir dan berbatu. Perubahan 4 type dapat dilakukan dengan sekali pencet tombol di setang kiri.

Kepala sukuu Dan yang terakhir adalah type  urban untuk klinong klinong dalam kota. Cuma menurut saya keliling dalam kota Malang kurang nyaman karena motor ini cukup besar, susah juga kalau banyak traffic light. Mungkin lebih banyak dikondisikan di kota kota besar. Apa saya sudah mencoba seluruh kemampuan motor ini ? hehehe belum sempat.  Mungkin baru 10% nya…saya ingin mencoba di jalan jalan berbatu seperti ke arah Tumpang dan Njemplang…

Ada film baru yang pastinya wajib tonton. Karena bercerita tentang kereta api. Sebagai pecinta sepur tentu saja hal ini ndak boleh dilewatkan, apalagi yang membintangi adalah aktor favorit saya, mas Denzel Washington..

UNSTOPPABLE…Film yang baru rilis 12 nopember ini (baru 3 hari om…) disutradarai om Tony Scott, yang diinsprasi dari kisah nyata dimana tahun 2001 kereta CSX  SD40-2 no 8888 nylonong 2 jam tanpa kendali.

Bedanya di film ini dipakai sepur yang lebih mantap, merah menyala lebih berat dan besar. 

Saya ndak perlu ngomong jalan ceritanya, karena pasti khas hollywood, bisa ditebak dan berakhir dengan happy ending. Yang penting adalah saya nanti bakal tahu detail cabin lokomotif dengan jelas, belum lagi kita bisa tahu bagaimana mengoperasikan kereta api, kerja dinamic braking, throtle dll yang tentu saja membuat dada ini menjadi sesak hahahaha.

 

Belum lagi tongkrongan sepur type GE AC4400 CW (DASH 8) ini bikin ngiler…dibalut warna merah menyolok memberi kesan seperti banteng merah yang garang. Dan saya yakin pecinta model sepur pasti mencari cari road name AWVR 777 untuk melengkapi koleksinya…lah wong saya sendiri juga kepingin kok..

Sementara ini saya cuma punya 1 biji dash 8 burlington northern santa fe skala HO, koleksi yang paling saya cintai..coba sampeyan lihat gambarnya…opo ndak ngeces ? mantap to…

Saya bakal ngajak anak cowok saya nonton bareng bareng di cinema 21..wahhh sudah ndak sabar..

LANJUTAN

Akhirnya nonton kesampaian di pakuwon jam 9 malam. Hari pertama !! hahaha.  Bagi orang awam/kebanyakan film ini biasa saja. Ketegangan digeber mulai awal sampai akhir. Semuanya hanya di kereta api. Dibanding film tony scott sebelumnya  yang juga berbau kereta api, PELHAM 123 masih lebih bagus. Tetapi bagi pecinta sepur seperti saya hehehehe ini film buagoooos sekaleeeee…!! Dan kayaknya nanti malam harus nonton lagi…

 

Menggugat !!

Menjelang upacara kemerdekaan  pagi ini, Soekarno, Hatta, Syahrir, bersama 20 an pemuda sibuk berdiskusi, siapa yang paling cocok menghadap. “Sudahlah tidak usah berdebat, Sukarno saja yang menghadap , dia cocok mewakili kita seperti jaman dulu. “ Kata Syahrir mencoba menengahi diskusi yang meledak ledak. “Benar bung kini saatnya, matahari mulai terik bung ! “ pemuda Sukarni berteriak. “No…berangkatlah” Seperti biasa dengan sabar Hatta mengucap.

 Pemuda Sukarno melangkah tanpa keraguan, pemuda yang seumur hidup membaktikan dirinya kepada rakyat, sama dengan pemuda pemuda lain  yang juga tak gentar berkorban jiwa demi Negara nya ,  perlahan tapi pasti menuju meja panjang dimana   diujungnya duduk pria berpakaian putih bersih.

Assalamu’alaikum…merdeka ! Keinginan kami sudah bulat bung…. tolong sampaikan kepadanya bahwa kami ingin kembali” Suara Sukarno bergetar menahan emosi.

“Hmmmm…” Lembut laki laki berwajah teduh itu menghela nafas.

“Bagaimana mungkin pagi ini kami akan mengucapkan ulang proklamasi kemerdekaan tetapi kemarin  tetangga kita terang terangan menghina martabat kita ? malah mereka sibuk menyanyi yang tidak jelas maksud dan juntrungannya. Malu bung..malu !! Kita harus ganyang Malaysia !!” Meledak suara Sukarno.

Laki laki berwajah teduh itu hanya tersenyum.

 “Apa kita harus menunggu kehilangan pulau Bintan, Sumatera ? kami sudah tidak kuat,  sampaikan…tolong sampaikan bahwa kami ingin kembali”. Kali ini suara Sukarno menurun, memohon dengan sangat.

“Mengapa kalian terus bersikeras dan pantang menyerah ? sudah  puluhan tahun  aku menyampaikan kepada beliau…sudah berapa tumpuk buku dan kertas yang kalian serahkan..tuntutan, pledoi, dan apalagi sampai aku lupa. Tetapi kalian sudah tahu bahwa beliau tak menjawab…”

“Sampaikan sekali lagi…tolong …sekali lagi bahwa kami ingin kembali…kalau perlu buanglah kami  ke dasar neraka menjadi kerak asal kami mendapat kesempatan untuk kembali…” Suara Sukarno kini melemah ..diikuti dengan beberapa isakan para pemuda di belakangnya.

“Baiklah aku coba lagi…” Jawab laki laki berwajah teduh  sambil menulis angka 17.081.945 di kertas papirusnya, jumlah protes selama ini yang sudah disampaikan oleh para pemuda itu, kemudian dengan pelan berjalan menuju tangga .

“Terima kasih bung …terima kasih…merdeka !!!, “Serempak para pemuda berteriak dengan wajah berbinar.

 

 RENUNGAN SEMALAM, UNTUK INDONESIAKU !!

 

Slash ato Rhoma ?

Saya bingung mau nonton yang mana karena mereka bakal konser 31 juli di Surabaya. Sama sama asyik,dan bakalan rugi kalo ndak nonton. Slash punya daya tarik kuat bagi saya karena dia exist di jaman saya masih kuliah yang tentu saja punya romantisme tersendiri. Lengkingan gitarnya menemani malam malam sepi ketika mengerjakan tugas arsitektur. Saya dengar Slash mencomot vokalis ex alter bridge yaitu si Myles Kennedy. Si Kennedy ini saya tahu pernah nongol di ending film Rock Star-nya Mark Walberg. Film favorit saya.

Bagaimana dengan bang Rhoma ?. Orang satu ini saya benci setengah mati. Pokoknya ndak suka aja. Berbanding terbalik meski ndak suka orangnya, saya suka sekali dengan lagu lagunya. Hehehe. Terutama dengan lagu lagu vol 1 – 8 rekaman Yukawi dengan sound yang masih jadul tersebut. Coba dengarkan ”begadang” dengan aransemen kunonya…hehehe. Jadi saya bingung…mana yang harus saya pilih. Mungkin saya akan pilih Slash karena mungkin dia nggak nongol lagi ke Indo Sedang Rhoma kan lokalan..masih bisa sering sering nonton. Cuma sialnya schedule delivery vessel maju tanggal 30-31 Juli, jadi otomatis ndak bisa meninggalkan pekerjaan, apessss tenan.

KD ?!

HOEEEK…! HOEEEKK.! CUIH..!

Warung kopi pangku Gresik

Semenjak bekerja di kota Gresik saya selalu melihat banyaknya warung kopi di seluruh penjuru kota.. Ternyata warung kopi sudah merupakan bagian hidup dari warga Gresik. Asal mulanya karena sehabis subuhan, mereka tidak kembali tidur. Jadi langsung berangkat bekerja ke pasar atau nongkrong di warung kopi sebagai “pos” untuk menunggu terbitnya sang mentari. 

Warung kopi berkembang dengan tidak hanya buka di pagi hari, malam haripun dirambah. Oleh sebab itu laki laki di Gresik jarang yang ada di rumah selepas isya’. Rata rata mereka nongkrong di warung kopi sambil ngobrol ngalor ngidul.

 Saya sebenarnya kurang tahu acara cangkrukan di warung kopi ini, gara gara temen temen di kantor yang biasanya diatas jam 7 malam masih ngobrol di kantor, sekarang mulai jam 6 sudah ndak kelihatan batang hidungnya. Saya jadi merasa kesepian. Pada kemana semua ya ?

 Ternyata mereka wisata kuliner mencoba semua warung kopi  seantero kota Gresik. Waaahh saya yang memang hobi ngopi tentu saja protes karena ndak diajak..

 Yo wis paaaak…ayo ikut…tapi ndak boleh protes lho ya…kita mencoba bermacam macam kopi pangku…bener lho ya ndak boleh protes....Sungguh saya penasaran mosok ada kopi yang lebih mantap dibanding kopi Dinoyo andalan saya itu.

Lanjut Baca »