Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘umum’

Preman kampung Dinoyo

DannyTrejo1Beberapa tahun yang lalu saya masih tinggal di Dinoyo Malang, suatu kampung yang padat penduduk dimana hubungan antar tetangga sangat akrab, dekat, saling membantu.

Satu ketika saya dapat giliran jaga malam, yang untungnya pas hari sabtu malam.

Malam itu ada 3 orang yang giliran jaga, pak Haji Mahmudin, masih muda bilangan 35 tahun, orang baik, murah senyum, saya selalu sungkan kalau ketemu orang ini di jalan, karena dari jauh senyumnya sudah mengembang dan tangannya sudah siap stand by untuk bersalaman. Genggamannya erat dan hangat. Benar benar manusia yang baik dan menyenangkan.

Orang kedua adalah pak Jarman alias pak Jerman Hitler. Terus terang saya ngeri dengan orang ini. Umur sekitar 45-an, pendiam, wajahnya mirip Danny Trejo, aktor film keturunan Meksiko yang berwajah garang. Pak Jarman ini menurut orang orang adalah mantan preman, entah mantan atau bukan tidak jelas, katanya pernah membunuh orang, tinggi besar tubuhnya penuh tato, ada codet menyilang di mata dari dahi sampai ke pipi. Pandangan matanya tajam membuat semua orang takut kalau bersua di jalan dengannya. Saya mendingan belok kalau bertemu di gang tikus atau memilih putar balik. Kampung Dinoyo ini banyak memiliki jalan tikus mulai dari lebar 2m sampai 50 cm yang cuma bisa dilewati satu orang.

Saya sebenarnya malas harus jaga malam itu karena ada pak Jarman ini, tapi saya kasihan dengan pak Mahmudin, pasti dia bakal sport jantung semalaman. Yo wis lah saya kuat kuatin aja jaga malam itu.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

pile-erection1Bekerja di laut semi offshore memang membuat capek dan mudah emosi. Termasuk progress pemancangan pile yang masih belum memenuhi target. Wuah pusing banget padahal tanggal 14 Nop ini harus sudah kelar, masih ada 200 titik pile yang belum beres karena pile dari WIKA selalu datang terlambat.

 

Ternyata perusahaan milik Negara ini masih belum profesional. Tiba tiba menghentikan produksi tanpa memberi tahu secara lesan maupun resmi. Ketika dikonfirmasi, mereka beralasan tidak yakin dengan surat yang kami buat. Edian tenan, mengapa nggak informasi balik kalo gak paham, malah diputusin sendiri. Belum lagi schedule produksi yang mereka buat sendiri tapi dilanggar langgar sendiri. Walah..bener bener acakadut…

 

Ada lagi operator alat pancang yang semau gue. Sedikit cerita yang agak lucu mungkin…
Dari 3 operator crane ada satu operator yang gak mau diperintah, disuruh kiri malah ke kanan. Disuruh turun malah naik…walah orang ini kok jadi seperti saya yang suka mbrangkelan… Saya sudah ultimatum ke site manager mereka kalo ini anak masih mokong harus di ”darat”kan, karena bisa mengganggu motivasi kerja crew yang lain. Tapi saya kok jadi penasaran kenapa dia jadi ajaib. Maka sore hari sebelum kembali ke mesh di darat, saya panggil anak ini.

 

pile-erection-2Wah ternyata keren juga. Pakai sepatu boot coklat lancip, jacket jeans, rambut model british, Gesper sabuk yang gede, beberapa tatoo di tubuhnya yang tinggi dan anehnya berkulit putih, sesuatu yang jarang untuk operator Crane alat berat yang rata rata hitam legam, plus kaca mata ray band model jadul dimata saya dia malah mirip Axl Rose.

Setelah saya ajak ngobrol dugaan saya tidak salah. Ternyata dia anggota rock band dan jadi gitaris kadang nyambi jadi vokalis…hahahahahaha…seniman kok jadi pekerja proyek…ya gak heran kalo semau gue. Akhirnya kami malah ngobrol seru tentang musik, alirannya rock, blues pokoknya lagu rock jadul tahun 80an. Salah satu lagu kesukaannya adalah ”Yer Blues” dari The Beatles, yang katanya mewakili suasana hatinya saat ini.

Yes I’m lonely wanna die !
Yes I,m lonely wanna die !
If I ain’t dead already
Ooh girl you know the reason why…

In the morning wanna die !
In the evening wanna die !
If I ain’t dead already
Ooh girl you know the reason why…

My mother was on the sky
My father was on the earth
But I’m on the universe
And you know what it’s worth
I’m lonely wanna die
…….

Lalu saya membelokkan pembicaraan ke cara kerja dia yang seenak udelnya. (lebih…)

Read Full Post »

 Kemarin ibu tetangga  2 rumah sebelah saya nelpon, tanya “ Pak apa kucing yang dirumah sampeyan  itu dirawat atau kucing liar ya…kalo misalnya kucing liar bagaimana kalo saya bantu buang…”

“ Itu kucing liar kok bu… karena suka nongol kerumah dengan wajah melas kok jadi kasihan, jadi sama anak anak dikasih makan, akhirnya keterusan. Kenapa to bu ? Tanya saya balik.

Rupanya selama ini kucing kucing suka mejeng di depan rumahnya sehingga kucing anggoranya yang cowok blingsatan pengen keluar, maklum lagi birahi tinggi…mupeng abis…  (lebih…)

Read Full Post »

Antara aku, VW dan singa itu lho !

     

          

Hubungan samen leven saya dengan si VW kodok sudah berjalan 8 tahun. Tampaknya harus  berakhir karena  sudah super buosan. Cuma saya belum bersedia dia dipinang orang lain, masalahnya uang maharnya  belum cocok.

 

Vw ini adalah mobil yang pertama kali bisa saya miliki, dan perlu diketahui, untuk mendapatkannya dulu harus berdarah darah lho !

 

 Banyak sekali kenangan manis bersama vw satu ini, salah satunya ketika kami sekeluarga main main ke taman safari di Pandaan. Dimana anak anak ingin sekali melihat singa dari dekat.

 

Dengan semangat tinggi, VW yang wipernya gak kompak ini berjalan tertatih tatih, maklum jalan naik turun membuat VW tua ini ngos ngosan. Untung saja tidak sampai mogok…

 

Sesampai diatas, anak anak sudah siap siap dengan kameranya tetapi sayang sekali semua singa sedang tidur ,“ Yaaahhh gak asyik pa gak bisa lihat singanya….coba di bel bel pa biar bangun..!“ teriak Amyra.

 

  (lebih…)

Read Full Post »

Saya jarang pulang kampung, kemarin ketika lebaran kesempatan bagi saya untuk mempelajari ilmu teknik melempar pisau dari ayah. Hobby ayah  ini pernah saya ulas di artikel sebelumnya ( hobby aneh ayah saya).

 

Wah ayah antusias ketika saya banyak bertanya tentang lempar pisau ini, mungkin dia berpikir wah si Datyo mulai meninggalkan hobby “bancinya” yaitu bermain sepur sepuran….

 

Saya minta ijin ke Ayah untuk mengambil gambar videonya. Sebenarnya ayah saya keberatan karena  beliau belum potong rambut. Dari beberapa hari sebelumnya beliau sudah minta saya untuk mengantarkan ke tukang potong tapi belum saya penuhi…memang saya ini anak yang ndableg.

 

Coba anda lihat tembok di belakang kayu…ancur ancuran karena sebelumnya hanya menggunakan satu bilah papan. Tentu saja kalo tidak tepat pasti menghancurkan tembok. Ini yang menyebabkan ibu saya histeris marah marah. Tapi seperti biasa ayah  cuek saja…

 

 

Jarak melempar sekitar 5-6m dengan menggunakan pisau ukuran kecil. Coba lihat teknik mengayunkan tangannya, pisau ternyata hanya berputar satu kali. Saya minta beliau menggunakan  sasaran bulat tapi beliau keberatan karena kalau di video pasti grogi malah gak ada yang masuk katanya…yo wis lah saya ngalah….

 

Saya pikir olah raga ini bagus untuk orang tua yang sudah sepuh seperti ayah saya. Keren malah….mungkin kalo anda punya ayah yang sudah sepuh atau eyang…bisa kontak ayah saya…pasti beliau dengan senang hati membagi ilmunya.

 

 

Read Full Post »

Berhenti dari aliran mabukiyah

Guru ngaji anak anak pada waktu pertama kali ke rumah terkaget kaget karena ketika duduk di ruang tamu dia harus duduk dikelilingi barang haram. Kelihatan sekali duduknya gelisah ketika ngobrol dengan saya. Mungkin dia berpikir wahhh tantangan berat neh harus mengajari anak mengaji yang bapaknya punya aliran  mabukiyah hehehehe.

 

Saya jelaskan bahwa dulu saya suka minum meski tidak sampe mabuk, Paling seminggu sekali ketika kumpul dengan teman teman. Dan lagi saya suka banget lihat botol botolnya yang bagus itu. Coba lihat bentuk botol Cointreau, atau Jack D, nyeni kan ? Dulu yang membuat saya tertarik minum salah satunya karena suka lihat botolnya, lalu penasaran ingin tahu rasanya.

 

Tapi itu sudah berhenti lama sekali. Lah terus kenapa barang haram tapi nikmat ini kok masih ngendon disini ? (lebih…)

Read Full Post »

Memoar Jendral OrLa

Di hari minggu ini, seharian penuh saya membaca sebuah buku yang lumayan menarik, sebenarnya ini sudah yang ketiga kalinya, tetapi masih enak dibaca berulang ulang karena jeda bacanya sudah cukup lama sejak tahun 2002 ketika  beli buku ini.

 

 Memoar Hario Kecik II menceritakan seorang jendral jaman bung Karno yang sempat ditahan oleh Orde baru ketika dia baru pulang dari Rusia pada tahun 1977, dan dibebaskan tahun 1981 tanpa pengadilan.

Menarik karena buku ini ditulis dengan gaya khas Suroboyoan yang terus terang, apa adanya, cenderung humanis dan menurut saya malah agak cengengesan dan kurang ajar. Saya ambil contoh percakapan dia dengan Dr Subandrio ketika di Rumah Tahanan Militer Budi Utomo Jakarta.

 

Pada senja hari dr Soebandrio datang menemui saya. Ia dan Omar Dhani, bekas Panglima Angkatan Udara, adalah penghuni ruangan di bagian belakang dari penjara sejak beberapa bulan yang lalu. Mereka bertetangga dengan jendral Rukman dan Jendral Pranoto yang juga penghuni bagian itu.

 

Pak Bandrio bersikap genting. Ia mendekati saya lalu berbicara, “Cik, saya ada berita bagus untuk kamu. Kamu tiga hari lagi akan dibebaskan!”

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »